Jelang Lebaran, IWO Sidrap Bagikan Paket ke Anggota
Sidrap – Ramadan bukan hanya soal ibadah. Ia juga momentum berbagi. Dan di Sidrap, semangat itu terasa di sebuah rumah sederhana di BTN Sederhana Blok C17, Pangkajene.
Di sanalah Ikatan Wartawan Online (IWO) Sidrap menggelar pembagian paket lebaran untuk anggotanya, Senin (24/3) sore.
Tak ada panggung. Tak ada seremoni formal. Hanya kumpulan jurnalis IWO Sidrap yang berkumpul, berbagi cerita, dan saling menguatkan.
Paket lebaran itu diserahkan masing-masing oleh; Ketua Edy Basri, Wakil Ketua Fery Sirajuddin, Sekretaris Etar, dan Bendahara Etar.
- IP 300 Jadi Pembahasan Elite di Sidrap, Petani Sulsel Mulai Kumpul di Villa H. Pilli
- Mahasiswi Pendidikan Bahas Indonesia UMS Rappang Uji Skripsi Analisis Diksi
- Mahasiswi Prodi Bahasa Inggris UMS Rappang Paparkan Tesis Metode Belajar Bahasa Inggris Lebih Interaktif
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Ketua IWO Sidrap, Edy Basri, menegaskan bahwa ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini bentuk solidaritas.
“Besar kecilnya bukan ukuran. Yang penting adalah rasa kebersamaan. Kita ingin anggota merasa bahwa mereka punya rumah di sini,” ujar Edy yang hadir memimpin langsung acara tersebut.
Namun, lebih dari sekadar berbagi, ada prinsip yang harus dijaga. Independensi. Kredibilitas.
“Paket lebaran ini murni dari internal organisasi. Tidak ada dana dari luar. Sejak awal, saya tegaskan: wartawan IWO Sidrap tidak boleh meminta THR ke siapa pun. Kita harus menjaga marwah dan profesionalisme,” tegasnya.
Bukan sekadar ucapan. Ini sikap. Wartawan harus berdiri tegak. Tidak boleh ada beban moral yang menghambat kerja jurnalistik mereka.
- IP 300 Jadi Pembahasan Elite di Sidrap, Petani Sulsel Mulai Kumpul di Villa H. Pilli
- Mahasiswi Pendidikan Bahas Indonesia UMS Rappang Uji Skripsi Analisis Diksi
- Mahasiswi Prodi Bahasa Inggris UMS Rappang Paparkan Tesis Metode Belajar Bahasa Inggris Lebih Interaktif
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Acara berjalan santai. Tak hanya bingkisan, ada juga secangkir teh, canda ringan, dan tawa yang menghangatkan suasana. Lebaran memang masih hitungan hari, tapi kehangatan itu sudah terasa lebih dulu.
“Semoga kita semua menyambut Idulfitri dengan hati yang bersih dan bahagia. Jurnalis hidup dari tulisan. Tapi kebersamaan? Itu yang membuat kita selalu kuat,” tutup Edy. (*)


Tinggalkan Balasan