Kehadiran seorang Babinsa di tengah masyarakat bukan sekadar sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra bagi warga dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terbukti dari aksi Babinsa Kel. Tanrutedong Koramil 1420-05/Dua Pitue Serma Afzalul Rahman yang dengan sigap turun tangan membantu warga membersihkan saluran air, Jumat (16/05/2025).
Serma Afzalul Rahman sudah terlihat bersama warga, memegang sekop, bergotong royong mengangkat sampah yang menghambat aliran air. Dengan penuh semangat, ia tak ragu ikut masuk ke dalam saluran untuk memastikan air dapat mengalir dengan lancar. Keringat yang mengalir di wajahnya seolah menjadi bukti nyata bahwa kepedulian seorang Babinsa bukan hanya sebatas kata-kata.
“Ini bagian dari tugas kami sebagai Babinsa, bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga memastikan lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi warga. Kalau saluran air tersumbat, nanti bisa menyebabkan genangan atau banjir saat hujan. Jadi, kita harus bergerak bersama,” ujar Serma Rahman sambil tersenyum di sela-sela kegiatan.
- “CEO atau Tukang Porot?” Sindiran Tanpa Nama dari Akun @galihrmdn_ Ramai Dibahas, Warganet Langsung Berspekulasi
- Kepala Sekolah di Sulsel Mundur Serentak, Komisi E Siapkan Panggilan Khusus
- Gas Melon Rp40 Ribu di Sidrap, Tim Pengawas dan Dinas Perindag Masih Diam?
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Gotong royong ini bukan hanya sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antara TNI dan warga. Semangat kekeluargaan terlihat jelas dalam setiap canda tawa yang menghiasi kerja bakti ini. Keakraban seperti inilah yang terus dijaga oleh Babinsa di berbagai wilayah, sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Ws. Danramil 1420-05/Dua Pitue Letda Inf Murjalil menyampaikan bahwa kepedulian Babinsa terhadap warga binaannya adalah hal yang selalu ditekankan dalam setiap tugas di lapangan.
“Kami selalu menekankan kepada para Babinsa agar hadir dan menjadi bagian dari masyarakat. TNI adalah rakyat, dan rakyat adalah TNI. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan gotong royong masih menjadi budaya kuat di masyarakat kita,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi warga lainnya agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan. “Dengan adanya sinergi antara TNI dan masyarakat, berbagai permasalahan di desa dapat diselesaikan bersama, demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.
- “CEO atau Tukang Porot?” Sindiran Tanpa Nama dari Akun @galihrmdn_ Ramai Dibahas, Warganet Langsung Berspekulasi
- Kepala Sekolah di Sulsel Mundur Serentak, Komisi E Siapkan Panggilan Khusus
- Gas Melon Rp40 Ribu di Sidrap, Tim Pengawas dan Dinas Perindag Masih Diam?
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel


Tinggalkan Balasan